Selasa, 20 Maret 2012

"Selamat tinggal, Homo Economicus"

Anatole Kaletsky menulis sebuah makalah tentang "Selamat tinggal, Homo Economicus". Dalam Majalah Prospect  edisi, No 157 April 2009 yang disunting oleh Maxensius Trisambodo di Harian Kontan  (April 2009).
Komentar oleh : Edmond F. La'lang.

Analisa dan komentar dari kami terhadap tulisan Kaletsky Anatole tentang ekonomi yang tidak lagi mampu membuat prediksi yang baik dan tepat dan harus selalu direvisi. Serta  banyak hal lain tentang berbagai dampak negatif pada berbagai penerapan kebijakan ekonomi dan relevansinya dengan dunia keuangan dalam berbagai krisis dan resesi, termasuk sub-prime mortgage efek krisis sistemik di seluruh dunia.
            Sekarang, ekonom yang cenderung tidak terlibat (memasukkan) matematika dalam deskripsi berpikir logis, mereka sebut sebagai ekonom dari era "Jurassic Park". Kenyataan lebih kuat ketika banyak siswa dari Fakultas Ekonomi canggih bingung, karena mereka merasa datang ke Jurusan Matematika.

Menurut opini kami, hal itu karena rumus ekonomi tidak mampu dan tidak akurat lagi untuk memprediksi berbagai indikator makro ekonomi meliputi pertumbuhan dan kondisi ekonomi di masa depan. Rkonom menggunakan banyak ilmu matematik dan statistik untuk menghitung tren dan pertumbuhan ekonomi. Matematika dan statistik hanya dimensi linier (berdimensi I) dengan rumus-rumus rumit modern. Sementara itu, manusia sebagai pengusaha, tenaga kerja mereka dalam memproduksi dan saluran distribusi dan konsumen dunia sebagai pengguna produk bisnis adalah biologis manusia yang memiliki banyak aspek dalam mentalitas, hati, psikologis, harapan, bio-ritmil, mimpi dan pola pikir dalam dimensi II - IV.  Manusia memiliki sifat dinamis dan akan selalu membuat perubahan, kreatif, terobosan, motivasi, inovasi dan penemuan untuk memenuhi pertumbuhan dan perubahan rasa, kebutuhan dan keinginan manusia dan visi dalam perjalanan ruang (fisik) dan waktu (meta-fisika ).

           Kegagalan ilmu ekonomi untuk mengurangi terjadinya krisis global adalah protes dari pendekatan ilmu ekonomi yang lebih bersifat mekanik. Ilmu ekonomi mengabaikan sisi kemanusiaannya, seperti pendekatan sejarah, psikologi intuitif, sosiologi dan pemahaman konteks politik. Bagi kami sendiri, ilmu ekonomi harus masuk ke basis ilmu sosial dengan dukungan ilmu-ilmu biologi, psikologi, medis, humanitas sosial, bio-fisik dan bio-kimia untuk dikuantiaskan menjadi matematis dalam dimensi II - III. Kaletsky menggarisbawahi 2 poin bahwa terjadi kesalahan fatal dari mainstream ilmu pengetahuan ekonomi modern yang telah efluen dari krisis global adalah teori harapan rasional dan pasar yang efisien. Dengan penyeederhanaan, asumsi kedua menjadi tangan atau patokan antara pengusaha dan pemerintah dalam pengambilan keputusan. Kaletsky mengatakan bahwa investor yang rasional akan berpikir tentang kemungkinan penurunan harga rumah yaitu tidak ada. Sinyal ini akan dikirim ke para bankir dalam memberikan pinjaman pada jaminan aset tertentu yang terus bergerak naik. Dan regulator yang juga percaya bahwa pasar dapat memberikan informasi terbaik untuk insentif dalam mengelola risiko bisnis.
         
           Sementara itu, Adam Smith telah memberikan pesan suci yang dalam hubungan pengobatan manusia dengan perencanaan ekonomi dan pengambilan keputusan, bahwa kita harus menyelaraskannya dengan kondisi sosial, lingkungan alam dan angkasa luar dalam visi, konsep, kegiatan non-linier, perhitungan yang manusiawi dan bersifat ramah lingkungan dan tidak untuk mendapatkan keuntungan maksimal dan eksploitasi yang lebih beragam sumber daya alam dan manusia pada aspek sosialnya. Itulah sebabnya, ilmu ekonomi dan bisnis  hanya akan menghasilkan banyak masalah dalam kesenjangan sosial, kerusakan  lingkungan, kemiskinan, gejolak ekonomi, pertumbuhan ekonomi terlalu panas (tingkat inflasi meroket) dan gelembung ekonomi, serta berbagai wabah penyakit, gangguan mental (egoisme, serakah, konsumerisme, kesombongkan dan kekayaan berlebih tanpa nurani), rendahnya tingkat kondisi sosial politik di negara belum berkembang dan perang untuk mendominasi berbagai sumber daya alam dan pasar.  Dengan demikian memang ilmu ekonomi telah kadaluarsa dan gagal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia secara berkeadilan dan demokratis secara ekonomi.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda