Pemanfaatan Bio-Ekonomi Natural dalam Perencanaan Bisnis Perusahaan untuk mencegah berbagai Risiko Bisnis dan Pasar
Oleh : Edmond F. La’lang
Bio-Ekonomi Natural dapat dimanfaatkan dalam kaitannya terhadap berbagai prediksi terhadap kemungkinan timbulnya risiko perubahan pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga kredit, tingkat inflasi, fluktuasi harga bahan baku dan bahan penolong, perubahan selera konsumen, tingkat persaingan, menciutnya pangsa pasar, munculnya pesaing baru serta produk baru dan masih banyak faktor lainnya yang dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan bisnis perusahaan. Berbagai variable faktor external ini akan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup (survival), tingkat keuntungan, besaran cash flow, kelancaran pembayaran bunga dan cicilan kredit perusahaan, daya saing dan lain-lain. Disini kami memakai Bio-Management Risk dan Bio-Natural untuk mengetahui terjadinya krisis dengan proses “Preventive Ways” dengan “Early Warning System” dari gerakan naik turunnya (alunan fluktuasi) yang jika makin ketat dan makin keras layaknya seorang ahli vulkanologi dapat mengetahui kapan meletusnya sebuah gunung berapi atau dokter dapat mengetahui kondisi pasien dari grafik denyut jantungnya atau ahli klimatologi dapat meramalkan kapan akan hujan dengan angin kencang ataupun datangnya badai.
Bio-Ekonomi Natural, difokuskan pada preventif yang aman “tanpa biaya risiko” dibanding hanya Pemecahan Masalah (Problem Solving) yang memakan biaya, korban dan waktu untuk pulih kembali (recovery). Georges Soros dengan metoda Reflection yaitu “Berjalan 6 Bulan di Depan Kurva” dapat lebih dulu mengetahui akan terjadinya sebuah krisis atau gejolak (turbulencies). Maupun mampu memprediksi berbagai peluang bisnis untuk segera ditangkap dan dimanfaatkan seoptimal mungkin sebelum diambil pesaing perusahaan anda. Bio-Ekonomi Natural dapat memberikan bantuan kepada industri, khususnya manufaktur untuk dapat merencanakan, mengatur, mmematchkan, mensinergiskan dan mensinkronkan sejumlah perencanaan keuangan, - produksi dan pemasaran dalam sebuah time frame (timing) dalam implementasinya agar tercapai asas efisiensi, efektivitas dan nilai tambah yang lebih besar serta dapat terhindar dari berbagai risiko yang tidak diinginkan oleh perusahaan (preventive ways). Metoda ini dapat melakukan berbagai forecast dengan akurat dan bila didukung oleh sistim komputerisasi berdimensi 3, maka akan lebih akurat, tepat dan terandalkan. Jadi perusahaan dapat melakukan berbagai perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang dalam melakukan eksekusi atau pengambilan keputusan kapan (when), apa (what) dan bagaimana (how) hal seperti :
1. Kapan dan bagaimana cara melakukan ekspansi, turn around, hold business, stay outside ataupun bahkan divestasi;
2. Kapan tepatnya mengambil kredit usaha dan perbandingan rasional abtara struktur permodalan yang aman dengan jumlah kredit terhadap adanya credit risk;
3. Kapan harus membeli bahan baku dan bahan penolong serta irama naik turunnya jumlah batch produksi yang match dengan siklus naik-turunnya penjualan produk;
4. Bagaimana kita dapat mengetahui grafik perubahan selera konsumen dan kadaluarsanya sebuah produk oleh new product, kemajuan teknplogi dan perubahan selera konsumennya oleh adanya perubahan sistim, kinerja dan teknologinya;
5. Kapan masa sunset sebuah jenis industri, antispasi terhadap kemungkinan menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara dan global;
6. Apa saja yang menjadi kendala, tantangan dan risikonya sesuai tingkat alunan fluktuasi di pasar untuk diantisipasi;
7. Bagaimana cara menghadapi tingkat persaingan dan masuknya pesaing baru dengan berbagai jenis produk baru yang lebih berkualitas dan harga bersaing;
8. Bagaimana kemungkinan besarnya rugi kurs, jumlah dan jenis pinjaman valuta asing, penempatan jenis mata uang deposito dari hasil penjualan dan retained earnings, tingkat kelancaran pembayaran kredit dan bunganya;
9. Bagaimana tingkat pemanfaatan dana untuk besaran tingkat produksi, pemanfaatan bahan baku yang efisien, inventory, - channel distribution, besaran dana dalam strategi pemasaran dan penjualan, remunerasi;
10. dan masih banyak hal lain yang dapat dilakukan suatu analisa bio ekonomi-bisnis yang bersifat alami berdasarkan berbagai kendala dan hokum naturalnya.
Bio-Ekonomi Natural akan selalu melakukan suatu sistim perencanaan ekonomi bisnis yang bersifat pencegahan (preventive ways) sehingga akan membentuk suatu early warning system untuk menghindari dan mencegah terjadinya berbagai masalah dan risiko yang dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan, kemampulabaan (rentability), ketangguhan, daya saing dan survival bisnis dalam persaingan global yang makin bebas, keras dan kejam. Dengan bio-ekonomi natural, maka kita dapat mengatur pace dan irama bisnis bagaikan sebuah orchestra dengan dirigen yang hebat dengan menghasilkan sebuah symphony music yang indah dan berkualitas dengan survival dan daya saing yang hebat dan kuat. Sehingga perusahaan dapat maju terus meski harus menghadapi berbagai rintangan, tantangan dan gejolak ekonomi dalam perjalanan ruang dan waktu untuk terus maju dan dapat bertumbuh sehat baik dalam kondisi normal maupun krisis. Dengan demikian perusahaan akan mampu bertahan hidup selama puluhan bahkan ratusan tahun dalam kedamaian serta harmonis dengan lingkungan bisnis, manusia (sosial) dan alam lingkungannya (natural environment).


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda